LEBIH DEKAT DENGAN KAMI DI -FB:Majalah SuryaMedia dan TWITTER: @SuryaMediacom-

SURYA MEDIA

08/09/15

Ramayana Ballet

Pertunjukan Spektakuler Sendratari Ramayana


  Sendratari Ramayana adalah seni pertunjukan yang  cantik, spektakuler, mengagumkan dan sulit tertandingi. Pertunjukan ini mampu menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung satu momentum untuk menyuguhkan kisah Ramayana, epos legendaries karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa Sansekerta.
“Ramayana Ballet ini sangat spesifik dan terkenal dengan tari kolosal, dimainkan oleh lebih dari 200 penari di panggung terbuka Candi Prambanan. Secara keseluruhan Epos Ramayana dibagi menjadi empat episode, Episode hilangnya Dewi Shinta, episode Hanoman Sang Duta, episode Gugurnya Sang Patriot Kumbokarno dan episode Api Suci Dewi Shinta,” Jelas Bambang Iryanto Kepala Unit Ramayana Ballet Prambanan.
Kisah Ramayana yang dibawakan pada pertunjukan ini serupa dengan yang terpahat pada Candi Prambanan. Seluruh cerita disuguhkan dalam rangkaian gerak tari, dibawakan oleh penari yang rupawan dengan diiringi musik gamelan. Anda diajak untuk benar-benar larut dalam cerita dan mencermati setiap gerakan para penari untuk mengetahui jalan cerita. Tak ada dialog yang terucap dari para penari, satu-satunya penutur adalah sinden yang menggambarkan jalan cerita lewat lagu dalam bahasa jawa dengan suara khas.
Anda juga tak hanya bisa menjumpai tarian saja, tetapi juga adegan menarik seperti permainan bola api dan kelincahan penari berakrobat. Permainan bola api yang menawan bisa dijumpai ketika Hanoman saat akan dibakar hidup-hidup justru berhasil membakar kerajaan Alengkadiraja milik Rahwana. Sementara akrobat bisa dijumpai ketika Hanoman berperang dengan para pengikut Rahwana. Permainan api ketika Dewi Shinta hendak membakar diri juga menarik untuk disaksikan.
Lebih lanjut Bambang Iryanto   menjelaskan, bagi penonton yang ingin menyaksikan pertunjukan Ramayana Ballet ini, disiapkan tempat duduk nyaman di panggung alam terbuka Candi Prambanan. Terbagi menjadi kelas VIP, kelas Khusus,  kelas  I,  kelas II dan kelas pelajar dengan membawa surat pengajuan dari sekolah (yub)

Untuk pe-mesanan tiket atau informasi jadwal pementasan dapat menghubungi travel atau langsung ke:
PT (Persero)Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, Jl Raya Jogja-Solo Km 16, Pramban–an, Yogyakarta, Telp.0274-496408. Fax 0274-496408.”

MALAM 1 suro di parangtritis

Pantai Parangtritis merupakan salah satu obyek wisata yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia maupun Wisatawan asing. Parangtritis tepatnya di wilayah Yogyakarta di Dusun Pemancingan, Desa Grogol, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul kurang lebih 27 km dari kota Yogyakarta.
 Pada malam 1 Suro pantai ini dibanjiri oleh ribuan pengunjung yang akan melakukan tirakatan menyambut tahun baru Hijriyah. Hal ini tidak mengherankan karena selain memang keindahan pantainya sangat mempeson, tirakatan malam 1 Suro di Pantai Parangtritis diyakini membawa berkah.
Selain sebagai tempat melakukan tirakatan Pantai Parangtritis juga banyak terdapat tempat-tempat berziarah seperti Makam syekh Maulana Maghribi, Makam Kyai Sela Hening, Makam Syekh Bela Belu dan masih banyak lagi makam bersejarah yang bisa kita kunjungi. Selain makam juga banyak petilasan bersejarah seperti Gua Panepen sebagai tempat bertapa, Pesanggrahan Parangtritis atau tempat peristirahatan.
Keindahan lain yang dapat kita kunjungi adalah adanya bentuk lahan yang sangat indah dan jarang ditemui di tempat lain yaitu Sand Dune atau hamparan bukit pasir. Pantai Parang Endog yang terletak di kaki bukit gamping Pegunungan Seribu, Parang Wedang atau sumber Air Panas yang terletak di Barat Pesanggrahan Parang Tritis atau gua Panepen, merupakan bagian yang indah dari kawasan wisata Pantai Parangtritis.
Berdasarkan data dari berbagai sumber Parangtritis juga terdapat kerajaan makhluk halus yang tinggal di laut selatan atau lebih dikenal Kraton Segara Kidul. Pintu masuk ke Kraton Segara Kidul terletak di Pantai Parang Kusuma. Selain sebagai gerbang pintu masuk ke Kraton Segara Kidul Parang Kusuma juga merupakan tempat yang bersejarah dan mempunyai nilai mistis hingga tempat ini dikeramatkan.
Di Parang Kusuma inilah Raja Mataram I (Panembahan Senopati) untuk pertama kalinya berjumpa dengan Kanjeng Ratu Kidul. Dan ditempat ini pula Panembahan Senopati mendapat petunjuk-petunjuk dan wahyu Kraton.
Pada waktu itu Panembahan Senopati ingin melepaskan diri dari Kesultanan Demak, untuk mencapai keinginannya beliau pertapa di Pantai Selatan dengan cara mengapung manghanyutkan diri di Sungai Opak. Sesampainya di laut Selatan Panembahan Senopati duduk bersila mengheningkan cipta diatas Watu Gilang dan dijumpai oleh Kanjeng Ratu Kidul yang menyampaikan ramalan dan petunjuk tentang Kerajaan Mataram.
Bahkan dari situlah Panembahan Senopati diajak Kanjeng Ratu Kidul untuk memasuki Kraton Segara Kidul, setelah tiga hari tinggal di Kraton Segara Kidul Panembahan senopati dengan kesaktiannya berjalan diatas air laut kembali kedaratan dan mendarat di Watu Gilang. Itulah sebabnya Watu Gilang di Parang Kusumo sampai saat ini dikeramatkan.
Setelah menjadi raja Panembahan Senopati masih sering dating ke Parang Kusumo. Waktu itu Watu Gilang masih terletak di tepi laut dan Parangkusumamasih sepi belum ada pemukiman penduduk, sehingga suasananya menjadi sangat sepi dan mencekam dimana sangat cocok untuk bertapa atau laku sesirih. Nama Parang Kusumo diambil dari kata Parang yang berarti batu (dalam hal ini batu gilang) sedang Kusuma yang berarti darah bangsawan yaitu Panembahan Senopati.
Atas keberhasilan Panembahan Senopati dalam bertapa di tempat tersebut. Kemudian banyak yang mengikuti jejak beliau. Seperti para bangsawan dan rakyat kebanyakan yang melakukan tapa brata di tempat itu. Bahkan wisatawan asing pun banyak yang melakukan tapa terutama pada hari atau bulan yang dianggap keramat, seperti malam Selasa Kliwon, malam Jum’at apalagi pada malam 1 Syuro banyak orang yang datang untuk sesirih.
Saat ini dari lokasi Watu Gilang untuk masuk ke pantai Parang Kusumo atau laut selatan sudah dibangun gerbang atau gapura yang cukup megah. Barangkali ini sebagai lambang dari pintu gerbang Kraton Segara Kidul.(Yon)

Peringatan Nyepi di Candi Prambanan


Tawur Agung sebagai Lambang Penyucian

Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti puncak upacara Tawur Agung dalam rangka peringatan Nyepi di pelataran timur Candi Prambanan.
Prosesesi Tawur Agung di mulai dari Candi Ratu Boko dengan prosesi mendak tirta yang dipimpin oleh Pedande, dilanjutkan mereka berjalan kaki menuju komplek Candi Prambanan. Sembari membawa air suci dari Candi Boko, para pemangku pura melakukan Pradaksina dengan mengelilingi Candi Shiwa selama tiga putaran. Pradaksina prosesi penyucian air sebelum didoakan. Sementara umat hindu membawa sesaji  yang dibawa dari rumah masing-masing berisi berbagai makanan dan buah-buahan lalu diletakkan di meja panjang di pelataran candi.
Selanjutnya umat Hindu yang sebagian besar mengenakan busana khas Bali  melakukan persembahyangan, dipimpin oleh Pedande Putra Telabah. Dengan khidmat sambil meletakkan kedua tangan tertelungkup di dahi, ribuan umat hindu duduk bersila, mata tertutup, lalu melafalkan doa-doa persembahan. Usai berdoa, pemimpin pura mengambil tirta suci yang telah didoakan. berjalan berkeliling ke beberapa penjuru pelataran untuk memercikkan tirta suci ke ribuan umat yang hadir.
Selain itu dalam pelaksanaan peringatan nyepi juga disajikan Tari Barong yang menggambarkan Tawur Agung Kesanga dan Tari Ogoh-ogoh yang melambangkan hawa nafsu dan angkara murka. Dengan demikian diharapkan agar Hari Raya Nyepi ini menjadi momen untuk menyucikan diri bagi umat hindu.
Sementara untuk penyepian dilakukan sebagai salah satu bentuk penyucian diri dengan tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan) dan tidak bersenang-senang (amati lelanguan). Selama sehari penuh umat Hindu diwajibkan untuk meditasi dan introspeksi diri.
Purwanto salah seorang tokoh masyarakat yang kebetulan sedang berkunjung ke Candi Prambanan mengatakan dalam memperingati upacara Nyepi diharapkan agar kita bangsa Indonesia khususnya umat Hindu untuk tetap meningkatkan dan mempererat kerukunan antarumat beragama. Apa yang diajarkan dalam agama hindu harus mengakar kuat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa Indonesia, masih membutuhkan ruang mediasi untuk menjalin tali persaudaraan. Selain itu, para pemimpin dan pemuka agama juga harus menjadi teladan bagi masyarakat dan umatnya.(yub)

Air Terjun Jumug - The Lost Paradise of Java.


Tidak banyak orang yang menyangka bahwa Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah memiliki pesona wisata yang sangat eksotik dan beragam. Air Terjun Jumug namanya, Air terjun yang memiliki ketinggian 25 meter serta terletak sekitar 700 meter sebelah barat candi sukuh ini tak kalah indah dengan air terjun Grojogan Sewu di Kecamatan Tawangmangu. Masyarakat setempat mengenal air terjun ini sebagai The Lost Paradise of Java.
Objek wisata ini sudah menjadi kebanggaan warga Berjo karena semua dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Berbeda dengan Grojogan Sewu di Kecamatan Tawangmangu yang lebih dulu dikembangkan, Air Terjun Jumog tampak lebih sederhana. Air jernih yang turun dari tebing bebatuan ini membentuk sungai yang senantiasa mengalir di sela-sela batuan besar, air terjunnya pun tidak terlalu tinggi tapi tetap memancarkan keindahan wisata alam.
Untuk mencapai ke lokasi tersebut para pengunjung harus menempuh perjalanan sejauh 400 m melewati jalan setapak berbentuk tangga yang menurun. Jalan setapak menuju ke air terjun ini sudah tertata baik dengan material batu semen.
Fasilitas di lokasi wisata ini bisa dikatakan menengah, tidak terlalu lengkap tapi juga tidak kekurangan. Di samping bisa menikmati indahnya air terjun yang di kelilingi pepohonan hijau yang asri, disediakan pula arena permainan dan kolam renang untuk anak-anak. Berbagai pilihan menu bisa anda nikmati, seperti sate kelinci yang merupakan makanan khas daerah Tawangmangu dan tersedia juga sate ayam, mi instan, kopi, sampai cemilan-cemilan kecil lainnya.
Di lokasi ini juga tersedia homestay yang berada sekitar 1 km dari air terjun, untuk ada wisatawan yang ingin menghabiskan malam di daerah ini,  harga sewanya juga relatif bersahabat dengan kantong, mulai Rp50.000,00 hingga Rp200.000,00.
Bagi yang ingin melakukan pijat refleksi, di sini disediakan jalur khusus yang bisa digunakan untuk refleksi. Jalanan yang dipasangi dengan kerikil bulat-bulat dan ditata dalam jarak tertentu disediakan untuk yang ingin jalan-jalan tanpa alas kaki.

25/08/15

Angkringan, Venue Tanpa Kasta


Pernah merasakan nikmatnya teh ginastel ? Istilah seperti itu hanya ada di warung kaki lima yang di Klaten, maupun daerah Eks Karesidenan Surakarta lebih akrab disebut hik. Di beberapa tempat, tempat makan tradisional ini di sering dinamakan angkringan. Hampir di setiap tepian jalan, sudut perempatan hingga ke pojok kampung, hik ini menyebar. Meski menunya standar, pengunjungnya justru relatif banyak dari berbagai kalangan.
Angkringan ini tidak pernah memandang strata maupun kelas sosial. Siapapun, baik yang datang menggunakan mobil keluaran Mercedes Benz sampai konsumen yang datang menggunakan sepeda onthel, bisa duduk bersama beralas tikar. Atau duduk di kursi panjang dari kayu, di tepian gerobak si penjual.
Menu hik memang bukan sajian kuliner berkelas. Sebutannya pun terbilang unik. Sega kucing (istilah untuk nasi sambal dengan lauk secuil kecil bandeng), pisang owol, teh panas, kopi dan menu lainnya.  Beberapa makanan ringan seperti jadah bakar dan gorengan berbagai jenis pasti menjadi alternatif jika perut penuh terisi.
“Di sinilah saya dan teman-teman sering ngumpul bareng. Tidak hanya menikmati suguhan makannya. Tetapi, kami bisa sharing bisnis, perkembangan usaha dan lainnya. Suasananya nyantai, nggak terkesan resmi seperti di restoran,” ujar Adi Surya Pratama, warga Pekalongan yang bekerja di Klaten.
Ya, angkringan memang menjadi sarana bagi banyak kalangan untuk bermacam kepentingan. Para penikmatnya bebas bicara apa saja. Mulai aktivitas sehari-hari hingga kritik terhadap sebuah isu yang tengah hangat. Kendati tidak lantas tanpa aturan, komunitas penikmat hik ini bisa tertawa lepas, jika topik yang diangkat sebagai bahan obrolah santai merangsang syaraf tertawa manusia. Sambil bicara tentang berbagai hal, suguhan hik yang sangat sederhana selalu menjadi teman setia.
Banyak tempat memiliki hik. Di Klaten, alun-alun setempat menjadi saksi bisunya. Saat matahari mulai tenggelam, ikon kota bersinar tersebut memulai geliatnya. Di Alun-alun Klaten, tidak kurang terdapat 16 angkringan yang mendirikan tenda di tepi alun-alun. Banyak memang, tetapi masing-masing memiliki komunitas pelanggan tetap.
Setting venue warung wedangan ini biasanya standar. Sebuah gerobak, dengan beberapa kursi kayu panjang, atap dari tenda plastik dan tikar. Peralatan tersebut tak pernah lepas dari satu unit angkringan ketika beraktivitas. Jangan kemudian membayangkan warung jenis ini terang benderang dan gegap gempita. Suasananya temaram. Hik yang masih sangat tradisional, malah hanya diterangi lampu minyak. Namun di perkotaan, sudah menggunakan lampu meski tak lebih dari 10 watt.  Ini tidak kemudian menghilangkan nuansa tradisional hik. Tempat wedangan ini pun tetap memiliki tempat tersendiri bagi penikmatnya. (yon)

Mencicipi Kekhasan Sop Ayam Pak Min

 
Bicara kuliner khas di Klaten, rasanya kurang pas jika belum menyebut nama Sop Ayam Pak Min. Selain namanya yang melegenda, cita rasa sopnya sudah menjadi buah bibir. Tak heran jika kuliner satu ini, namanya sudah menyebar hingga ke Solo maupun Jogja. Di dua kota tersebut, bahkan tak hanya satu tempat Sop Ayam Pak Min berdiri dan menjadi tujuan kuliner utama.
Di Klaten, salah satu cabang Sop Ayam Pak Min tepatnya di samping stadion Trikoyo Klaten. Tempat ini tergolong strategis. Letaknya di dibawah pohon yang cukup rindang menambah sejuknya untuk bersantai sambil menikmati sop khas Klaten.Selain sejuk juga memiliki halaman parkir luas. Jadi tak perlu takut kehabisan tempat.
Sebelum sekarang moncer, sop bercita rasa khas tersebut adalah resep ciptaan Pak Min dan istrinya. Sepeninggal Pak Min, anak-anak pendiri Sop Ayam Pak Min menggantikan perannya. Generasi penerus Pak Min ini bahkan telah melebarkan sayap dengan branded Sop Ayam Pak Min hingga ke Jogjakarta, Solo, Boyolali, Magelang, Jakarta, Semarang dan kota besar lainnya.
“Kami juga hadir di wilayah Sukoharjo. Beberapa cabang ini didirikan untuk mendekatkan diri kepada konsumen. Sebab, banyak konsumen kami yang berasal dari Solo, Jogja, Sukoharjo dan daerah lain di Solo Raya,” ujar salah satu penerus Sop Ayam Pak Min
Cabang yang ada di Jalan Stadion Trikoyo Klaten menjadi salah satu cabang dengan banyak konsumen. Ciri khas Sop Ayam Pak Min yang selalu disajikan segar dan hangat, menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner yang mampir di tempat itu.
“Kami selalu mempertahankan kualitas. Khususnya rasa. Inilah yang menjadi daya tarik. Kami pun selalu melayani pesanan. Bisa juga untuk kantor. Selama ini, banyak karyawan perusahaan maupun perbankan di Klaten, menjadi pelanggan tetap,” tutupnya (yon)

Desa Wisata Melikan

Satu-satunya Penghasil Kerajinan Gerabah Di Dunia.

Desa Wisata Melikan tepatnya di desa Melikan, Kecamatan wedi, Kabupaten Klaten sekitar 15 Km dari kota Klaten merupakan penghasil kerajinan gerabah dengan seni putaran miring. Produk ini sudah dikerjakan oleh masyarakat Pagerjurang sejak 300 tahun silam dan merupakan satu-satunya di dunia. Tehnik putaran miring ini menjaga budaya sopan santun agar kakinya tidak mbegagah karena kebanyakan pengrajinnya wanita.

Berbagai  bentuk gerabah akan anda temui di desa Melikan mulai dari vas bunga, kendi, teko dengan cangkir cantiknya, guci, berbagai macam gentong cantik, dan banyak sekali mainan atau hiasan yang kesemuanya dibuat dari tanah liat khas Melikan yang tidak ada duanya di dunia ini. Keunikan penghasil gerabah Melikan ini banyak mengundang wisatawan domestik maupun wisatawan asing untuk dating ke Melikan.

Bahkan pada tanggal 14 Maret 2005 masyarakat Jepang bekerjasama denga pemerintah Indonesia melalui program Bagi Pelestarian Budaya Keramik Dan Pengembangan Ekonomi Daerah telah membangun Gedung Pusat Keramik Putaran Miring dan direnovasi pada bulan Maret 2007. Kepedulian masyarakat Jepang ini membuktikan betapa tingginya nilai seni Produksi gerabah Melikan.

Bagi anda yang ingin membeli oleh-oleh khas Gerabah Melikan bisa datang langsung ke Desa Wisata Melikan sambil melihat proses pembuatan keramik dengan putaran miring yang sangat mengasyikkan. Bahkan anda juga bisa mencoba mempratekkan sendiri menggunakan alat pembuat gerabah putaran miring dengan dibimbing oleh para pengrajin. (yon)

Tamasya Ke Taman Wisata Ratu Boko



            Berlibur Sambil Mengenang Masa Lalu Hingga Tingginya Nilai Seni

            Kawasan Taman Wisata Ratu Boko yang berjarak 3 Km kearah selatan dari Candi Prambanan ini, menyajikan panorama alam yang begitu indah. Deretan peninggalan candi dan situs budaya yang dibumbui legenda cinta Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang  menambah keasyikan wisatawan untuk bersantai sambil bernostalgia dengan masa lalu.
            Taman Wisata Ratu Boko Prambanan merupakan obyek wisata alam, dimana pengunjung akan diajak untuk menikmati indahnya panaroma alam di bukit Boko serta peninggalan sejarah Candi Boko. Antara lain kemegahan Gapura Utama Candi Boko, Candi pembakaran yang terbuat dari Batu Putih tempat Pembakaran mayat. Sumur Tua Amanta Mantana atau sumur mantra yang di yakini mengandung air suci untuk obat awet muda
            .Didekat Gapura Utama ada Kolam Batur peninggalan Bandung Bondowoso serta stupa Dawangsar, juga ada Batur pendopo berukuran 20 x 21 meter terbuat dari Batu Andesit yang dihiasi 24 buah umpak.
            “Selain wisata alam dan keindahan Candi, Taman Wisata Ratu Boko juga menawarkan pada pengunjung terutama pelajar untuk mengenal tentang archeology, diantaranya Eskavasi(Penggalian), Restorasi(Perbaikan), Konservasi(Perawatan). Pengunjung juga akan diajak perjalanan petualangan budaya, seperti Boko Camping serta Boko Trekking juga Out Bond,”jelas Bambang Irianto (Kepala) saat menerima kunjungan wartawan Alfa Media.
            Lebih lanjut Bambang menjelaskan untuk masuk ke lokasi Taman Wisata Ratu Boko ada 2 jalur, untuk kendaraan besar seprti Bus melewati pintu utara dan pengunjung bisa naik menggunakan undakan dai batu. Sedang untuk kendaraan mobil pribadi atau motor pengunjung bisa masuk melalui pintu selatan, melingkar naik ke lokasi Taman Ratu Boko dengan petunjuk arah yang dibuat oleh pengelola taman. (yon)

OBYEK TAMAN WISATA RATU BOKO
Alamat:
Jl Raya Jogja-Solo km 16. Prambanan, Sleman. Jogjakarta.Telp 0274-496510

Salam Redaksi




KULO NUWUN, ungkapan ini tampaknya sepatah kata yang paling tepat kami sampaikan pada sidang pembaca budiman. Tanpa ada perasaan takabur, sombong atau aji mumpung kami awak majalah SURYA MEDIA  hadir dihadapan sidang pembaca.
Majalah SURYA MEDIA  jauh dari sempurna, compang camping akan tampak disana sini, maklum kami anak kecil  yang mencoba ikut tampil mewarnai dunia persurat kabaran di Indonesia.
Dengan tujuan sebagai media yang membari semangat , gagasan dan ide-ide baru bagi semua kalangan  serta menjadi  pengobat kebuntuan akan informasi yang mendidik dan membawa hikmah, dengan senang hati  kami menerima kritik dan saran kearah perbaikan agar kami lebih dewasa (Redaksi)