LEBIH DEKAT DENGAN KAMI DI -FB:Majalah SuryaMedia dan TWITTER: @SuryaMediacom-

SURYA MEDIA

08/09/15

Peringatan Nyepi di Candi Prambanan


Tawur Agung sebagai Lambang Penyucian

Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti puncak upacara Tawur Agung dalam rangka peringatan Nyepi di pelataran timur Candi Prambanan.
Prosesesi Tawur Agung di mulai dari Candi Ratu Boko dengan prosesi mendak tirta yang dipimpin oleh Pedande, dilanjutkan mereka berjalan kaki menuju komplek Candi Prambanan. Sembari membawa air suci dari Candi Boko, para pemangku pura melakukan Pradaksina dengan mengelilingi Candi Shiwa selama tiga putaran. Pradaksina prosesi penyucian air sebelum didoakan. Sementara umat hindu membawa sesaji  yang dibawa dari rumah masing-masing berisi berbagai makanan dan buah-buahan lalu diletakkan di meja panjang di pelataran candi.
Selanjutnya umat Hindu yang sebagian besar mengenakan busana khas Bali  melakukan persembahyangan, dipimpin oleh Pedande Putra Telabah. Dengan khidmat sambil meletakkan kedua tangan tertelungkup di dahi, ribuan umat hindu duduk bersila, mata tertutup, lalu melafalkan doa-doa persembahan. Usai berdoa, pemimpin pura mengambil tirta suci yang telah didoakan. berjalan berkeliling ke beberapa penjuru pelataran untuk memercikkan tirta suci ke ribuan umat yang hadir.
Selain itu dalam pelaksanaan peringatan nyepi juga disajikan Tari Barong yang menggambarkan Tawur Agung Kesanga dan Tari Ogoh-ogoh yang melambangkan hawa nafsu dan angkara murka. Dengan demikian diharapkan agar Hari Raya Nyepi ini menjadi momen untuk menyucikan diri bagi umat hindu.
Sementara untuk penyepian dilakukan sebagai salah satu bentuk penyucian diri dengan tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan) dan tidak bersenang-senang (amati lelanguan). Selama sehari penuh umat Hindu diwajibkan untuk meditasi dan introspeksi diri.
Purwanto salah seorang tokoh masyarakat yang kebetulan sedang berkunjung ke Candi Prambanan mengatakan dalam memperingati upacara Nyepi diharapkan agar kita bangsa Indonesia khususnya umat Hindu untuk tetap meningkatkan dan mempererat kerukunan antarumat beragama. Apa yang diajarkan dalam agama hindu harus mengakar kuat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa Indonesia, masih membutuhkan ruang mediasi untuk menjalin tali persaudaraan. Selain itu, para pemimpin dan pemuka agama juga harus menjadi teladan bagi masyarakat dan umatnya.(yub)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar